Sekolah Ramah Anak | Hari Anak Nasional 2018
811
post-template-default,single,single-post,postid-811,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-10.1.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Hari Anak Nasional 2018

Hari Anak Nasional 2018

Pasuruan (sekber-sra.com) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama seluruh anak Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada tanggal 23  Juli 2018 yang diselenggarakan di Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan, Jawa timur. Pada HAN kali ini memang tidak dihadiri oleh Presiden Jokowi, namun acara tetap berjalan dengan penuh kegembiraan dan keceriaan anak-anak Indonesia.

Dengan mengangkat tema Anak Indonesia-Anak GENIUS (Gesit, Empati, BeraNI, Unggul dan Sehat), diharapkan generasi penerus bangsa dapat membentengi diri dari berbagai tantangan dan perlakuan negatif yang dapat menghentikan langkahnya dalam mewujudkan generasi yang berkualitas.

Pada acara HAN, perwakilan seluruh anak Indonesia membacakan Suara Anak Indonesia 2018.

Kami anak Indonesia menyatakan:

  1. Mendukung pemerintah untuk membuat regulasi terkait musrenbang anak tingkat daerah dan merealisasikan hasil musrenbang anak tersebut.
  2. Mudahkan akses pelayanan akta kelahiran di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
  3. Mengajak keluarga Indonesia untuk meningkatkan pengasuhan terhadap anak dan pengawasan terhadap tayangan yang tidak layak anak.
  4. Memohon pemerintah menyelaraskan peraturan perundang-undangan mengenai batas minimal usia perkawinan.
  5. Forum Anak bersama Pemerintah berkomitmen untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan mendayagunakan sampah plastik untuk di daur ulang di Indonesia.
  6. Menolak segala bentuk perundungan di sekolah lingkungan masyarakat, dan media sosial.
  7. Memohon kepada Pemerintah untuk menyediakan fasilitas peningkatan kebudayaan agar anak Indonesia dapat melestarikan nilai budaya.
  8. Mendukung Pemerintah menerapkan wajib belajar 12 tahun dan mengoptimalkan anggaran Pemerintah serta mempermudah sistem masuk sekolah.
  9. Memohon kepada pemerintah untuk pemerataan fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus agar dapat mengurangi diskriminasi.
  10. Forum Anak, masyarakat, dan pemerintah bekerja sama untuk menunjang masa depan anak berhadapan dengan hukum.

 

No Comments

Post A Comment