Sekolah Ramah Anak | Belajar di Luar Kelas
894
post-template-default,single,single-post,postid-894,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-10.1.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive

Belajar di Luar Kelas

Belajar di Luar Kelas

Ambon (sekber-sra.com) – Salah satu bentuk implementasi dari amanat Kovensi Hak Anak (KHA) dan Undang-undang tentang Perlindungan Anak tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menyusun Kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang bertujuan untuk dapat memenuhi, menjamin, dan melindungi hak anak, serta memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggungjawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian.

Pengembangan SRA diantaranya dilakukan melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu bentuk kegiatan yang mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan tersebut adalah Belajar di Luar Kelas. Kegiatan ini telah dilaksanakan secara serempak pada Kamis, 1 November 2018 oleh satuan pendidikan tingkat SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/MA dan SLB yang tersebar diseluruh Provinsi. Ada 6 titik daerah yang mewakili setiap pulau di Indonesia, yaitu Kab. Bukittinggi (SDN 02 Percontohan), Kota Tangerang Selatan (SMAN 2 Tangerang Selatan), Kab. Balikpapan (SLBN Balikpapan), Kota Manado (SMA Advent Klabat Manado), Kota Jayapura (SMP YPPK Kristus Raja) dan Kota Ambon (SDN 2 Lateri) sebagai pusat pelaksanaan kegiatan Belajar di Luar Kelas.

Pada kegiatan Belajar di Luar Kelas di SDN 2 Lateri Ambon, langsung dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Yohana Yembise), Wakil Walikota Ambon, Kadis PPPA Kota Ambon, Kadis Pendidikan Kota Ambon dan para pejabat lainnya.

Ada 17 kegiatan pada proses Belajar di Luar Kelas yang dilaksanakan dan memiliki 14 nilai penting yaitu, pendidikan karakter, menanamkan cinta tanah air, religiusitas, perilaku hidup bersih, gizi seimbang, literasi, cinta lingkungan, adaptasi perubahan iklim, budaya sadar bencana, aktivitas fisik, melestarikan budaya lokal, membangkitkan semangat kebangsaan dan persatuan, gotong royong, serta MAU dan memantapkan untuk berkomitmen sebagai SRA.

Harapan dari kegiatan ini adalah anak-anak dapat menanamkan 14 nilai tersebut dan tentunya sekolah dapat mengembangkan proses belajar di luar kelas dengan berbagai macam kegiatan yang mempunyai nilai pembelajaran lainnya.

 

No Comments

Post A Comment